Jelang Iduladha, Dinpertan Banyumas Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, 40% Sapi Telah Divaksin

Jelang Iduladha, Dinpertan Banyumas Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, 40% Sapi Telah Divaksin

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas terus mengakselerasi vaksinasi sapi guna memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi. Hingga kini, capaian vaksinasi telah menyentuh angka 40 persen atau sekitar 4.000 ekor sapi dari total ternak yang dipersiapkan untuk Iduladha. Program ini ditargetkan rampung pada Mei mendatang.

Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM mengatakan, vaksinasi menjadi langkah krusial dalam membangun kekebalan hewan, terutama untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih bersifat endemis di sejumlah daerah.

“Vaksinasi sangat diperlukan, apalagi menjelang hari besar seperti Iduladha. Kami ingin memastikan sapi yang beredar di Banyumas benar-benar sehat, bebas dari PMK, serta terbebas dari penyakit lain seperti cacing hati,” katanya.

Ia menambahkan, dalam satu tahun sapi idealnya menerima vaksin minimal dua kali guna menjaga imunitas tetap optimal. Saat ini, petugas Dinpertan terus bergerak aktif dengan menyisir kandang-kandang peternak, bahkan hingga malam hari, demi mempercepat capaian vaksinasi.

Populasi Sapi Banyumas Meningkat

Kabar positif datang dari sektor peternakan Banyumas. Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinpertan Banyumas, Mohammad Arif Hidayat, mengungkapkan bahwa populasi sapi mengalami peningkatan sekitar 3 persen pada 2025. Jumlah sapi kini tercatat mencapai 13.750 ekor, naik dari 13.150 ekor pada tahun sebelumnya.

“Tahun 2022 populasi sapi sempat menurun, namun saat ini sudah kembali meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, kebutuhan sapi untuk Iduladha yang diperkirakan mencapai sekitar 6.000 ekor belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari para peternak lokal Banyumas saja. Hal ini disebabkan tidak semua sapi dalam populasi siap dipotong, karena sebagian masih berupa indukan maupun pedet.

“Kebutuhan sapi untuk Iduladha hampir setara dengan kambing, yakni sekitar 6.000 ekor. Karena itu, suplai dari luar Banyumas masih diperlukan,” tambahnya.

Caption Foto : Kepala Dinpertan Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM. (Foto : Hermiana E. Effendi).

 

Populasi Sapi Banyumas Meningkat

Terkait lalu lintas ternak yang keluar-masuk Banyumas ini, Arif mengatakan, tetap terpantau dengan baik. Mengingat, hewan dari luar kota, biasanya akan masuk kandang terlebih dahulu, untuk beristirahat serta memantau kesehatannya.

“Sapi yang tiba di Banyumas, biasanya malam hari dan langsung masuk kandang, baru besok paginya dibawa ke pasar. Aturan vaksin ini berlaku di semua wilayah di Indonesia, sehingga sapi dari luar daerah, juga sudah dilakukan vaksin. Jika ada kondisi khusus, dimana sapi sakit, baru dilakukan pengobatan dengan diberi vitamin, antibiotik, jamu dan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, para pedagang dan peternak juga memiliki kesadaran tinggi untuk memilih sapi berkualitas demi menjaga kepercayaan konsumen dan menghindari kerugian.

Dengan alokasi vaksin mencapai 22.000 dosis pada tahun ini, sekitar 4.000 dosis telah digunakan dan ditargetkan mencapai 11.000 dosis hingga Mei. Upaya ini menjadi bukti komitmen Dinpertan Banyumas dalam menghadirkan hewan kurban yang sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Related Posts

Komentar