Petani Tembakau Banyumas Didorong Bangun Kemitraan Berkelanjutan Melalui Bimbingan Teknis

Petani Tembakau Banyumas Didorong Bangun Kemitraan Berkelanjutan Melalui Bimbingan Teknis

BANYUMAS – Pada tanggal 30 Juni 2026 Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pertanian menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Pola Kemitraan Tembakau sebagai upaya memperkuat daya saing petani sekaligus membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dengan pelaku usaha. Kegiatan yang didukung melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tembakau Banyumas dan memberikan kepastian pasar bagi petani.


Kegiatan menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono, ST., MM., Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, serta praktisi kemitraan tembakau.

Perkebunan

Dalam laporannya, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Iin Dwi Sulistyatik, S.P., M.P. menyampaikan bahwa bimbingan teknis diikuti 180 peserta, terdiri atas 143 petani dari 11 kelompok tani dengan masing-masing kelompok mengirimkan 13 peserta, penyuluh koordinator, penyuluh wilayah binaan, narasumber, serta panitia pelaksana.

Peserta

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai pola kemitraan yang sehat, transparan, dan saling menguntungkan. Melalui kemitraan yang baik diharapkan petani memperoleh kepastian usaha, akses pasar, peningkatan kualitas hasil, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Banyumas," jelas Iin.

Iin Dwi S

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono, ST., MM. menegaskan bahwa pola kemitraan merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan komoditas tembakau di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.

Arif Sukmo Buwono
“Kemitraan harus dibangun atas dasar saling percaya, saling membutuhkan, dan saling menguntungkan. Petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga harus mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar. Di sisi lain, mitra usaha juga harus memberikan kepastian pembinaan, pendampingan, dan pemasaran sehingga petani memperoleh nilai tambah yang lebih baik,” tegas Arif.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mendukung pengembangan komoditas tembakau melalui pemanfaatan DBHCHT.

Praktisi kemitraan tembakau turut membagikan pengalaman lapangan mengenai pola kerja sama yang berhasil diterapkan, mulai dari pembinaan budidaya, pengendalian mutu, proses pascapanen hingga mekanisme pemasaran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani dalam menjalin kemitraan yang profesional..

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara petani, pemerintah, penyuluh, dan dunia usaha sehingga komoditas tembakau Banyumas mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, memiliki daya saing yang lebih baik, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Foto Bersama

Related Posts

Komentar