
Bupati Banyumas Apresiasi Kolaborasi Dinpertan KP-Unsoed dalam Perkuat Ketahanan Pangan dan Hadapi Dampak Kekeringan

“Inpago Unsoed Protani merupakan varietas yang adaptif terhadap perubahan iklim dan lahan suboptimal, memiliki kualitas gabah baik, kandungan protein tinggi, umur panen singkat, serta tahan terhadap penyakit utama,” ujar Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, saat menghadiri penyerahan bantuan produktif benih padi Inpago Unsoed Protani di Desa Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Bupati menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini sangat relevan dengan kondisi pertanian Banyumas yang kerap terdampak kekeringan akibat perubahan iklim global. Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas dengan Unsoed mampu menjawab kebutuhan petani. Sadewo berharap petani dapat memanfaatkan varietas unggul tersebut secara optimal melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan.
Perubahan iklim yang memicu kekeringan dan meningkatnya kebutuhan pangan menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian. Menjawab hal itu, Unsoed menghadirkan solusi nyata melalui inovasi varietas unggul padi toleran kekeringan dan tinggi protein, yakni Inpago Unsoed Protani.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan produktif benih padi Inpago Unsoed Protani oleh Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng. kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, yang selanjutnya diserahkan kepada Gapoktan Harapan Mulya di Desa Sokaraja Tengah.
Rektor Unsoed menyampaikan apresiasinya atas dukungan Dinpertan KP Banyumas terhadap kolaborasi riset dan penerapannya di lapangan.
“Kami berterima kasih atas sinergi yang terjalin. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan benih unggul karya Unsoed,” ungkap Prof. Akhmad Sodiq.
Dorong Produktivitas dan Regenerasi Petani Muda
Kepala Dinpertan KP Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, ST., MM., menyampaikan bahwa pihaknya bersama Unsoed telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan pertanian, memperkuat inovasi melalui penelitian bersama, dan memberikan pendampingan teknologi bagi petani.
“Padi varietas Inpago Protani memiliki kualitas unggul dan dapat ditanam di musim kemarau. Hal ini mendorong petani berani menanam hingga tiga kali dalam setahun, padahal saat ini baru 0,1 persen petani di Banyumas yang melakukannya,” jelas Arif.
Ia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menjadi sarana untuk melahirkan petani milenial yang tertarik pada pertanian modern. Dengan kemajuan teknologi pertanian, sektor ini kini semakin menjanjikan bagi generasi muda.
“Program ini sejalan dengan Program Trilas ke-4 dari Bupati Sadewo Tri Lastiono, yang menekankan pentingnya regenerasi dan keberlanjutan petani muda. Kerja sama ini berdampak kompleks, mulai dari mendukung ketahanan pangan, memperluas area tanam, hingga menginspirasi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, S.P. M.P, yang juga perakit varietas Inpago Unsoed Protani, menjelaskan bahwa bantuan benih ini disalurkan melalui dua skema utama:
-
Bantuan produktif benih pokok (Stock Seed) sebanyak 1 ton diberikan kepada Gapoktan di Kecamatan Sokaraja, Jatilawang, dan Rawalo. Hasil panen akan dikelola BPU Unsoed sebagai produk unggulan beras tinggi protein.
-
Bantuan benih penjenis (Breeder Seed) diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas untuk diproduksi menjadi benih bersertifikat, yang diproyeksikan mampu membantu sekitar 200 hektar lahan terdampak kekeringan pada musim tanam berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan serah terima benih penjenis Inpago Unsoed Protani dari Unsoed kepada Bupati Banyumas, sebagai bentuk antisipasi dini terhadap kekeringan di peralihan musim tahun depan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman perdana benih Inpago Unsoed Protani oleh Gapoktan Harapan Mulya di lahan persawahan Desa Sokaraja Tengah. Turut hadir jajaran pimpinan Unsoed, perwakilan Dinas Pertanian Banyumas, Camat Sokaraja, Kepala Desa Sokaraja Tengah, serta anggota Gapoktan.


