
Dinpertan KP Banyumas Gencarkan Gerakan Selamatkan Pangan: Dorong Edukasi dan Sinergi Minimalkan Food Loss dan Food Waste
Dinpertan KP Banyumas Gencarkan Gerakan Selamatkan Pangan: Dorong Edukasi dan Sinergi Minimalkan Food Loss dan Food Waste
Untuk menekan tingginya angka food loss dan food waste yang masih menjadi persoalan nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas terus menggencarkan Gerakan Selamatkan Pangan. Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola makanan, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha.
Kabid Ketahanan Pangan Dinpertan KP Banyumas, Sugiarti, SP, menegaskan bahwa pemborosan pangan tidak hanya mencerminkan pola konsumsi yang tidak efisien, tetapi juga berdampak pada kerugian ekonomi dan lingkungan, terutama di tengah masih adanya kerawanan pangan di sejumlah daerah.
“Kita memiliki peran strategis dalam mengampanyekan pengelolaan pangan yang bijak. Karena itu, diperlukan gerakan sosialisasi yang masif agar kesadaran ini tumbuh dari tingkat rumah tangga hingga pelaku usaha,” ujarnya.
Selain kampanye edukasi, gerakan ini dirancang untuk memberi panduan praktis dalam mengurangi sampah makanan, seperti teknik penyimpanan, pemilahan bahan makanan, hingga memaksimalkan pemanfaatan sisa pangan.
Sugiarti menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk membentuk Jejaring Penyelamat Pangan di Banyumas sebagai langkah antisipatif terhadap potensi krisis pangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi komponen kunci agar ekosistem penyelamatan pangan dapat berjalan berkelanjutan.
Gerakan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Dinpertan KP Banyumas dan Bank Indonesia Purwokerto melalui inisiatif GESANG PITALOKA MAPAN (Gerakan Selamatkan Pangan, Pengendalian Inflasi Nasional, dan Peningkatan Penganekaragaman Pangan Lokal Menuju Banyumas Mandiri Pangan).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekda Banyumas, Ir. Junaidi, M.T, menekankan bahwa penyelamatan pangan bukan hanya soal pengelolaan, tetapi transformasi perilaku konsumsi masyarakat.
“Kesadaran ini harus tumbuh menjadi gerakan bersama yang nyata dan berkesinambungan. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam edukasi dan penerapan pengelolaan pangan yang bijak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Dyah Lukisari, M.Si, menjelaskan lebih rinci mengenai perbedaan food loss dan food waste.
-
Food loss: penurunan kuantitas pangan dalam proses produksi, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.
-
Food waste: pangan yang masih layak konsumsi namun terbuang pada tahap distribusi dan konsumsi.
Untuk mengurangi keduanya, Dyah memaparkan sejumlah langkah seperti donasi pangan, pemanfaatan untuk pakan ternak, pengolahan kompos, pemanfaatan industri, dan sebagai langkah terakhir, pembuangan ke TPA.
“Berbagi pangan bukan hanya menyelamatkan bahan makanan, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan pangan dan mencegah kerawanan di masyarakat,” jelasnya.
Sosialisasi ini dihadiri perwakilan TP-PKK Kabupaten dan kecamatan, OPD, pelaku usaha kuliner (Horeka dan SPPI), mahasiswa, guru, dan siswa jenjang SMA/SMK. Hadir pula narasumber dari Badan Pangan Nasional, Diena Amalya SP, serta Direktur Program Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, S.Pt.
Dengan kolaborasi multi-stakeholder dan gerakan edukatif berkelanjutan, Dinpertan KP Banyumas berharap Gerakan Selamatkan Pangan dapat menjadi fondasi Banyumas dalam menciptakan daerah yang mandiri pangan, berketahanan, dan berkelanjutan.


