Dinpertan KP Banyumas Fokus Kembangkan Komoditas Kelapa dan Kopi di Tahun 2026

Dinpertan KP Banyumas Fokus Kembangkan Komoditas Kelapa dan Kopi di Tahun 2026


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas terus berkomitmen meningkatkan daya saing sektor pertanian daerah. Dalam evaluasi kegiatan tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana pengembangan 2026, dua komoditas unggulan perkebunan ditetapkan sebagai fokus utama, yakni kelapa dan kopi.

Fungsional Perencanaan Dinpertan KP Banyumas, Nine Rusminingrum, menjelaskan bahwa arah kebijakan ini sejalan dengan strategi pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis (Renstra) Dinpertan KP 2025–2029.

“Dari enam produk unggulan daerah (PUD) yang telah ditetapkan, tiga komoditas prioritas adalah kelapa, kopi, dan durian. Namun, karena pengembangan durian sudah berjalan cukup pesat, maka pada tahun depan kami akan lebih fokus pada peningkatan dua komoditas lainnya,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Menurut Nine, kegiatan evaluasi menjadi langkah penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi program yang sudah berjalan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, baik untuk melanjutkan, menghentikan, maupun memodifikasi program di masa mendatang.

“Tanpa evaluasi, sulit mengukur sejauh mana target tercapai dan di mana letak kekurangannya. Data hasil evaluasi menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan berikutnya,” imbuhnya.

Hingga triwulan ketiga tahun 2025, total capaian produksi perkebunan Banyumas mencapai 74.034,21 ton yang berasal dari lima komoditas utama: kelapa, cengkeh, lada, pala, dan kopi.

Dari kelima komoditas tersebut, dua di antaranya menunjukkan tren kenaikan produksi, yaitu pala dan kopi. Sementara kelapa, cengkeh, dan lada masih berada sedikit di bawah capaian tahun sebelumnya, namun masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun.

Sebagai gambaran, produksi kelapa pada 2024 mencapai 73.130,93 ton, sementara hingga September 2025 telah mencapai 56.587,37 ton. Produksi cengkeh tahun lalu sebesar 594,76 ton, kini sudah mencapai 583,69 ton, dan lada mencapai 44,65 ton dari total 61,85 ton di tahun sebelumnya.

Adapun komoditas pala menunjukkan peningkatan signifikan, dari 71,77 ton pada 2024 menjadi 85,93 ton hingga September 2025. Sementara kopi juga meningkat dari 320,63 ton menjadi 321,47 ton di periode yang sama, dengan potensi tambahan produksi hingga akhir tahun.

Melihat potensi tersebut, Dinpertan KP Banyumas berencana memperkuat dukungan bagi petani kelapa dan kopi, baik dari sisi pembinaan teknis, penyediaan bibit unggul, maupun perluasan akses pasar.

Fokus pengembangan dua komoditas unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi perkebunan Banyumas, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra penghasil kelapa dan kopi berkualitas di Jawa Tengah.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Dinpertan KP Banyumas dalam mendukung visi daerah menuju pertanian tangguh, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Related Posts

Komentar