Jelang Idul Fitri, Dinpertan Banyumas Perkuat Layanan RPH, Pastikan Ketersediaan Daging ASUH untuk Masyarakat

Jelang Idul Fitri, Dinpertan Banyumas Perkuat Layanan RPH, Pastikan Ketersediaan Daging ASUH untuk Masyarakat

Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan daging di tengah masyarakat mengalami peningkatan signifikan. Momentum ini mendorong Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas untuk memastikan seluruh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memberikan pelayanan optimal sekaligus menjamin kualitas daging yang beredar memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah RPH yang tersebar di wilayah Banyumas. 

Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST. MM menegaskan, bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap proses pemotongan hewan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kami melakukan pemantauan langsung ke RPH untuk memastikan seluruh proses pemotongan hewan berjalan sesuai standar operasional. Dengan begitu, daging yang sampai ke masyarakat benar-benar memenuhi prinsip ASUH,” jelas Arif yang terjun langsung melakukan pemantauan di RPH Purwokerto.

Ia menjelaskan, aktivitas pemotongan hewan umumnya dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Hal ini dilakukan agar distribusi daging ke pasar dapat berlangsung lebih cepat dan masyarakat bisa memperoleh daging segar pada pagi hari.

Peningkatan Permintaan

Memasuki H-5 Lebaran, terjadi lonjakan jumlah pemotongan hewan, baik ruminansia besar seperti sapi maupun ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Bahkan, menjelang hari H Idulfitri, peningkatan tersebut bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena keterbatasan kapasitas dan fasilitas RPH. Namun demikian, Dinpertan memastikan bahwa pengawasan tetap berjalan optimal, termasuk terhadap pemotongan hewan yang dilakukan di luar RPH.

“Sebagian jagal memang melakukan pemotongan di kandang atau di rumah. Namun, petugas kami tetap melakukan pemantauan agar prosesnya sesuai SOP dan menghasilkan daging yang tetap ASUH,” tambah Arif.

Saat ini, Dinpertan Banyumas mengelola enam unit RPH, yaitu RPH Purwokerto, Sokaraja, Sumpiuh, Cilongok, Ajibarang, dan Wangon. Berdasarkan hasil monitoring, seluruh RPH tersebut beroperasi dengan baik dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Meski sempat terjadi kendala teknis pada salah satu RPH terkait gangguan kelistrikan mesin, permasalahan tersebut dapat segera ditangani dengan cepat sehingga tidak mengganggu pelayanan secara keseluruhan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Dinpertan terus mendorong pengelola RPH untuk memperhatikan berbagai aspek penting. Mulai dari kebersihan dan kenyamanan area pemotongan, sistem penampungan hewan yang layak, sanitasi pascapemotongan, hingga transparansi dalam sistem pembayaran.

“Kami ingin memastikan pelayanan di RPH semakin baik, tidak hanya dari sisi hasil daging, tetapi juga dari prosesnya yang higienis, nyaman, dan profesional,” ujar Arif.

Menghadapi lonjakan permintaan selama periode Lebaran, Dinpertan juga telah menyiapkan strategi penambahan tenaga petugas. Selain petugas internal RPH, dukungan juga datang dari Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Hewan (UPT Keswan) serta juru sembelih halal (Juleha) yang telah tersertifikasi.

Dengan sistem kerja bergilir (shift), pelayanan tetap dapat berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pengawasan. Setiap RPH setidaknya didukung oleh sembilan petugas, yang kemudian diperkuat dengan tambahan tenaga dari berbagai unsur terkait.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat di tengah tingginya konsumsi daging saat Idulfitri.

Related Posts

Komentar